LUAPAN

Dimulai dari kesibukan dengan berbagai banyak kegiatan yang harus di kejar dan dilakukan. Dari pagi hingga malam. Entah apa yang dikejar tapi rasanya semua nya terlalu terburu buru. Mungkin banyak beberapa teman yang bertanya "apa yang kamu kejar? apa yang kamu cari?
Sampai pada kala itu sore menjelang malam pergi ke salah satu tempat hanya sekedar mendengar ombak dan tertawa bersama teman teman. yaa bisa di bilang tempat nya untuk berbahagia bersama teman. Pada hari itu lah kekacauan hadir pada diri ini. Memulai untuk membuka lembaran dan berharap penuh agar tidak terluka kembali. Seperti nya hari itu hari dimana kebahagian ku kembali seperti layaknya berlari sambil tertawa di pinggir pantai kala itu. 
Berjalannya waktu sepertinya hari ke hari semakin indah dilalui dan semangat pun bergebu gebu sampai tidak bisa mengendalikan diri sendiri. Pada saat itu mungkin tetap dalam waspada agar lebih mengenal dahulu. kebaikannya pun terlihat secara perlahan dengan di bersamai sikap nya yang dingin layak nya lelaki yang tidak memiliki perasaan. Setiap hari bersama nya semakin hari semakin banyak kebaika yang dilakukannya. Namun sayang nya perpisahan harus terjadi kembali. awal mula kehilangan terjadi kembali. Perasaan seperti campur aduk bagaimana kalo jarak tersebut memisahkan kita. bagaimana dengan sikap dingin dia? apakah ini akan berjalan sebagaimana mestinya? apakah mampu untuk bersabar dengan ikhlas? apakah bisa untuk melewatinya? banyak sekali pertanyaan yang menghantui isi kepala sehingga merasa kan kehilangan yang mendalam. 
Mungkin kalo bisa kembali kepada waktu itu. sangat ingin sekali bertanya:
"apakah aku ini cuma untuk penenang kamu kamu disini? apakah ini cuma untuk menemanimu sepi disini? 

Komentar